Apr. 23rd, 2015

nherizu: (Default)
Judul: Titans: the Novel
Fandom: Shingeki no Kyoujin
Pairing: hints ringan antara Levi/Eren
Rating: T untuk amannya.
Summary: Setelah dua puluh kali gagal audisi, Eren akhirnya lolos audisi tahap pertama sebuah film. Hanya saja, film itu dibuat berdasarkan novel Titans, dan Eren tahu ada yang tak beres dengan novel itu. Namun, berakting di film yang disutradarai Levi Ackerman mungkin tidak buruk juga. Ditulis untuk challenge GIVEAWAY HARI BUKU yang diadakan oleh ambudaff. 
Tema: buku


Titans: the Novel 

Eren membaca paragraf terakhir novel yang dipegangnya berulang kali. Ada yang aneh dengan novel best seller ini. Ada yang berbeda, yang jelas-jelas tidak pada tempatnya. Namun, Eren tak bisa mengingat apa yang salah. Ia hanya yakin bahwa perasaannya benar. 

Ponselnya berdering, membuyarkan lamunan Eren. Dengan tergesa-gesa ia meraih ponselnya dari atas meja belajar yang berantakan. Benar saja, nama manajernya, Hange, tertera di layar. 

Eren menyiapkan hati sebelum mengangkat telepon. Tak boleh berbasa-basi, ia harus menolak dengan tegas peran itu. "Er, Hange, soal audisi--" 

"Ah! Kau bisa membaca pikiranku, ya? Tepat sekali, Eren! Aku baru mau mengabari kalau kau lolos tahap pertama!" 

Eren nyaris menjatuhkan ponselnya. "Apa? Kenapa? Aku, kan, belum setuju ikut audisi itu!" 

Big boss memaksa. Katanya ini kesempatan bagus, dan kau tidak bisa banyak memilih, mengingat bulan ini saja kau sudah gagal dua puluh kali," kata Hange santai. 

Eren kehabisan alasan. Memang benar ia tak seharusnya memilih-milih peran. Aktor baru yang belum laku seperti dirinya seharusnya bersyukur sudah berhasil maju ke tahap kedua. Namun, jika tokoh yang harus diperankannya adalah karakter dari novel Titans , ia harus berpikir sepuluh ribu kali sebelum menerima. 

"Pokoknya besok jam sebelas siang kau harus sudah di studio! Kau sudah baca novelnya, kan?" 

"Hange, tapi... apa aku benar-benar tak boleh untuk mencoba audisi lain saja?" 

"Eren, ini proyek besar. Kalau kau tak mau masuk daftar hitam bos, sebaiknya kau menurut." 

Eren menghela napas. Ia memijat pelipis dengan jari-jarinya. "Aku sudah baca, kok. Baiklah besok aku ke sana." 

"Bagus. Jangan mau kalah dengan Jean!" kata Hange sebelum memutuskan pembicaraan. 

Jean. Jelas Hange jadi semangat begitu, ternyata Jean dari agensi saingan juga lolos audisi tahap pertama. Sakit kepala Eren jadi semakin parah. 

Eren merebahkan dirinya di sofa panjang, dan matanya tertuju pada novel yang tergeletak di meja kaca di hadapannya. 

Kabarnya, penulisnya adalah wanita yang hidup dengan tetap mengingat kehidupannya yang lampau. Wanita itu sendiri menggunakan nama pena dan tak pernah mau tampil di depan publik. NovelTitans karyanya begitu fenomenal, mengundang banyak tanggapan apakah benar kehidupan manusia di masa lalu adalah seperti itu. Dan jika benar, mengapa tak ada catatan sejarah yang membahasnya? 

Lalu, selayaknya novel-novel terkenal lainnya, Titans pun dilirik oleh produser. Dan tak tanggung-tanggung, sutradaranya adalah pria bertangan dingin yang selalu berhasil membuat semua filmnya meledak di pasaran. Levi Ackerman. 

Pria yang membuat Eren menekuni dunia akting. 

"Aaaah, sudahlah," katanya menyerah. Ia mengambil novel itu dari meja dan membukanya dari halaman pertama lagi. 

Buku ini memang aneh karena Eren yakin ia tahu sesuatu. Hanya saja, ia tak tahu apakah sesuatu itu, dan mungkin Jean akan menganggapnya gila lagi. Namun hanya ada satu cara untuk menjawab semua pertanyaan ini. Berperan di filmTitans . 

Dan mungkin, bisa sembari mendekati sutradara tampan itu. 

Kalau berpikir demikian, main di film yang pasti penuh dengan adegan kematian itu jadi tak terkesan buruk. Atau setidaknya, Eren rela membuang impiannya untuk jadi aktor drama kalau ia bisa berakting di film-film Levi. 

Namun, sampai keesokannya pun Eren tetap tak bisa menepis perasaan tak enak yang menghantuinya. Perasaan bahwa novel itu memang bukan sekedar fiksi. Dan perlahan, Eren pun sadar bahwa ada satu kematian yang tak diceritakan.... 


/fin... for now/ 

Terima kasih sudah membaca! Cerita ini memang berdiri sendiri (karena dibuat untuk challenge), tapi kemungkinan besar akan dilanjutkan dalam bentuk multi-chapter nantinya (dengan judul yang berbeda). Anggap saja ini semacam prekuel, ya. :)) 

Jika ada komentar, kesan dan pesan, kritik membangun, sampai kata mutiara, silakan kirimkan melalui review atau e-mail. Lengkapnya bisa dilihat di profil saya, ya. :) 

Ngomong-ngomong soal tema buku dan giveaway, sekarang ini sedang ada giveaway berhadiah novel saya. Info lebih lanjut ada di profil saya. Ditunggu ya partisipasinya! ^^

Profile

nherizu: (Default)
nherizu

April 2015

S M T W T F S
   1234
567891011
12131415161718
19202122 232425
2627282930  

Page Summary

Style Credit

Expand Cut Tags

No cut tags
Page generated Jul. 20th, 2017 06:34 pm
Powered by Dreamwidth Studios